Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari memetakan tujuh kecamatan sebagai wilayah rawan bencana tanah longsor pada Minggu (12/7/2026). Seluruh wilayah rawan tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari. Sementara itu, Kecamatan Bajubang menjadi satu-satunya wilayah yang dinyatakan aman dari ancaman ini.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan keterangan Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, kawasan permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari memiliki risiko tinggi. "Secara umum, setiap wilayah yang dialiri Sungai Batang Hari memiliki potensi longsor. Di Kabupaten Batang Hari ini ada tujuh kecamatan yang dialiri sungai tersebut, minus Kecamatan Bajubang," kata Sholihin.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari bergerak cepat mengantisipasi ancaman tersebut. Menurut laporan, BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik serta kebutuhan pokok untuk warga yang terdampak. Langkah awal ini diambil untuk meringankan beban masyarakat di zona bahaya.
BPBD juga berkoordinasi intensif dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Kedua pihak membahas rencana relokasi rumah warga yang berada di titik rawan. Selain itu, laporan situasi telah disampaikan kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI. Tim teknis dari pihak balai dilaporkan sudah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi data.
Sholihin mengimbau masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Faktor cuaca saat ini tidak menentu. Meskipun wilayah Batang Hari mulai memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas tinggi sesekali masih terjadi dan berpotensi memicu pergeseran tanah secara mendadak.
"Curah hujan dengan intensitas tinggi saat ini sangat berpotensi memicu terjadinya longsor di sepanjang pinggiran sungai. Kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Hari, kami minta untuk terus waspada terhadap potensi ancaman bencana ini," ujar Sholihin menuntut kesiapsiagaan warga.
Menurut data administratif, tujuh kecamatan yang masuk dalam peta rawan longsor tersebut meliputi Kecamatan Pemayung, Muara Bulian, Maro Sebo Ilir, Muara Tembesi, Batin XXIV, Mersam, dan Maro Sebo Ulu.