Pernyataan mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengenai tim nasional Prancis memicu gelombang kecaman. Isu ini tidak hanya memantik ketegangan politik di Prancis, tetapi juga menuai reaksi keras dari dalam negeri Spanyol. Perdana Menteri Spanyol aktif, Pedro Sanchez, langsung melayangkan kritik tajam terhadap mantan rival politiknya tersebut.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Sebelumnya, beberapa menteri Prancis telah menyuarakan protes mereka. Menteri Dalam Negeri Prancis Lauren Nunez dan Menteri Kesetaraan Gender Aurore Berge menyebut komentar tersebut sebagai tindakan rasis yang tidak dapat ditoleransi. Bahkan, Menteri Wilayah Seberang Laut Prancis Naia Moutchou menyatakan kesiapannya untuk menempuh segala jalur hukum yang memungkinkan.
Menurut takarir resmi di akun personal X miliknya, Pedro Sanchez menegaskan penolakannya terhadap cara pandang diskriminatif. "Masih ada orang yang mengukur rasa memiliki berdasarkan nama belakang, tempat lahir, atau warna kulit. Kami mengukurnya dari keterikatan pada suatu negara dan kemauan untuk berkontribusi di dalamnya. Melalui sepak bola, merawat lansia, atau membuka usaha. Spanyol adalah milik mereka yang mencintai dan bekerja untuk negara ini. Bukan milik mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia. Prancis, sampai jumpa di semifinal. Semoga tim terbaik yang menang, dan biarlah rasisme kalah," tulis Pedro Sanchez saat membagikan berita dari media El Diario.
Pihak Kedutaan Besar Prancis di Spanyol juga turut merespons ketegangan ini melalui media sosial. Berdasarkan data resmi yang mereka rilis, pihak kedutaan melampirkan fakta mengenai asal-usul skuad asuhan Deschamps. Mereka menegaskan bahwa dari 26 pemain yang dipanggil untuk Piala Dunia, sebanyak 23 pemain lahir langsung di Prancis.
Kritik dari internal pemerintahan Spanyol tidak berhenti pada Pedro Sanchez. Menteri Urusan Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menilai pernyataan Mariano Rajoy sangat menyakitkan dan berbahaya. Albares menegaskan bahwa segala bentuk rasisme dan xenofobia adalah hal yang hina serta tidak mencerminkan nilai-nilai negara Spanyol. Menurutnya, seluruh rakyat Prancis adalah sahabat, tetangga, dan mitra bagi Spanyol.
Kecaman paling keras datang dari Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente. Ia melabeli Mariano Rajoy dengan sebutan yang sangat kasar di ruang publik. Puente menyatakan bahwa sangat logis bagi seorang figur berhaluan masa lalu yang korup untuk berakhir menjadi seorang yang rasis.