Sweet Sweet Way Sweet Sweet Way
/home / berita / Festival San Fermin Larang Nobar...
BERITA

Festival San Fermin Larang Nobar Semifinal Spanyol di Pamplona

Suasana alun-alun Yamaguchi di Pamplona saat pengumuman larangan layar raksasa Piala Dunia

Suasana alun-alun Yamaguchi di Pamplona saat pengumuman larangan layar raksasa Piala Dunia

Spanyol akan menghadapi Prancis pada Selasa depan pukul 21.00 dalam babak semifinal Piala Dunia. Pertandingan ini menjadi acara yang sangat dinantikan di seluruh penjuru Spanyol. Seperti biasa dalam laga krusial, pertandingan ini akan ditonton bersama melalui layar-layar raksasa di berbagai lokasi. Namun, situasi berbeda terjadi di Pamplona. Kota kelahiran Mikel Merino, pahlawan penentu kemenangan atas Belgia dan Portugal, tidak akan memfasilitasi nonton bareng pertandingan kontra Prancis ini.

Berdasarkan informasi dari Dewan Lokal Perlindungan Sipil, otoritas setempat tidak menyarankan pemasangan layar raksasa di alun-alun Yamaguchi di Pamplona. Keputusan tersebut diambil karena alasan keamanan. Kota di wilayah Navarra tersebut saat ini sedang merayakan festival San Fermin.

Menurut Dewan Lokal Perlindungan Sipil, selain masalah keamanan akibat festival San Fermin yang sedang berlangsung, faktor kesehatan juga menjadi pertimbangan utama. Pada jam pertandingan Prancis melawan Spanyol, suhu udara di kota tersebut diperkirakan mencapai sekitar 35 derajat celsius.

Suhu yang menyengat ini dikombinasikan dengan minimnya area teduh di alun-alun Yamaguchi. Kerumunan besar orang diprediksi akan berkumpul jika layar raksasa dipasang. Kondisi tersebut membuat Dewan Lokal Perlindungan Sipil secara tegas menolak fasilitas nobar demi keselamatan publik.

Pemerintah kota Pamplona sempat mengingatkan bahwa dua tahun lalu, tepatnya pada 14 Juli, sebuah layar raksasa pernah dipasang di alun-alun Yamaguchi. Saat itu warga berkumpul menyaksikan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris. Namun, Dewan Lokal Perlindungan Sipil menjelaskan bahwa situasi kali ini sangat berbeda dengan tahun 2024.

Perbedaan mendasar terletak pada faktor lawan mereka, yaitu Prancis. Otoritas setempat mengantisipasi kehadiran penonton asal Prancis dalam jumlah besar di Pamplona. Oleh karena itu, pembatalan layar raksasa bertujuan untuk menghindari potensi keributan di ruang publik.

Selain itu, waktu sepak mula pertandingan antara Spanyol dan Prancis bertepatan dengan momen penonton keluar dari arena adu banteng. Situasi ini memerlukan pengerahan personel kepolisian dan tim medis secara penuh. Jika pertandingan semifinal berlanjut hingga babak perpanjangan waktu, akhir laga akan bertabrakan dengan tradisi "Pobre de mi", momen penutupan resmi festival San Fermin di Pamplona. Pemerintah juga tidak bisa menjamin ketersediaan petugas kebersihan sebelum dan sesudah acara, serta ketersediaan toilet umum.

Meskipun demikian, ada secercah harapan bagi para pendukung. Dalam rapat Dewan Lokal Perlindungan Sipil pada hari Minggu, otoritas membahas rencana pemasangan layar raksasa jika tim nasional Spanyol berhasil menembus babak final Piala Dunia. Laga final tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli pukul 21.00.

Pada momen final nanti, kondisi dan situasi dipastikan akan berubah total. Festival San Fermin telah berakhir sehingga tidak akan ada bentrokan tugas bagi aparat kepolisian maupun tim medis. Jumlah kunjungan wisatawan juga diperkirakan menurun drastis. Rencana pemasangan layar untuk laga final ini baru akan dievaluasi pada hari Rabu setelah hasil pertandingan semifinal Spanyol diketahui.

Topics
#piala_dunia #timnas_spanyol #pamplona #san_fermin #sepak_bola #spanyol_vs_prancis
Tim Jurnalis Profesional Sweet Sweet Way

Redaksi Sweet Sweet Way terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari berbagai bidang. Berbasis di Salatiga, Jawa Tengah, kami hadir sebagai sumber berita terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme. Dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan objektivitas, kami berkomitmen menjadi portal berita terpercaya di Indonesia.