Juan Ayuso terus menunjukkan performa impresif dalam ajang Tour de Francia 2026. Pembalap muda asal Spanyol tersebut sejak awal menargetkan podium utama, meski ia menyadari keunggulan Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard sulit ditandingi. Saat ini Ayuso berada di posisi kelima klasemen umum, hanya terpaut tujuh detik dari peringkat ketiga. Namun, perjuangan Ayuso dipastikan mendapat rintangan berat dari mantan timnya, UAE Team Emirates, yang secara terbuka melayangkan peringatan keras.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan jadwal kompetisi, para pembalap memasuki hari istirahat pertama pada Senin, 13 Juli 2026, setelah menyelesaikan etape kesembilan yang dimenangi oleh Mathieu Van der Poel. Ayuso mengaku sangat puas dengan hasil kerja kerasnya sepanjang minggu pertama balapan. "Semua berjalan sesuai rencana. Di luar insiden jatuh kecil di Tourmalet yang tidak berakibat fatal, saya tidak mengalami kendala berarti. Kondisi kesehatan saya juga sangat prima," ujar pembalap andalan tim Lidl-Trek tersebut.
Terkait cuaca ekstrem yang melanda lintasan balap, Ayuso menegaskan bahwa menjaga hidrasi tubuh menjadi kunci utama untuk bertahan. Menurut Ayuso, ia belum pernah berkompetisi dalam kondisi cuaca seberat ini sebelumnya. "Kami tidak punya banyak pilihan selain terus menyiram tubuh dengan air. Saya selalu meminta es dan air di sepanjang rute. Pada akhirnya, itulah langkah terbaik yang bisa kami lakukan, tidak ada rahasia khusus lainnya," kata Ayuso menambahkan.
Kendati atmosfer persaingan semakin memanas, Ayuso merasa bangga karena tim Lidl-Trek berhasil mengamankan target penting pada fase awal kejuaraan ini. Menurut penuturannya, tim berhasil memenangi satu etape, mengamankan jersey hijau, dan kini berada dalam jarak yang sangat dekat untuk menembus posisi podium.
Meski demikian, situasi internal balapan sempat memanas akibat strategi agresif yang diterapkan oleh tim UAE Team Emirates. Ayuso mengungkapkan bahwa mantan timnya tersebut melakukan tindakan intimidasi yang cukup mengganggu pergerakan strategis timnya sepanjang etape kesembilan.
Menurut kesaksian Juan Ayuso, tim lawan memberikan peringatan sejak awal balapan dimulai. "Mereka memberi tahu kami sejak garis start bahwa mereka tidak akan membiarkan satu pun pembalap dari tim kami melakukan breakout. Saya rasa ini berkaitan dengan klasemen umum kategori tim. Mereka juga menegaskan akan selalu menempel ketat di mana pun pembalap kami berada," ungkap Ayuso.
Meskipun Adam Yates berdalih bahwa taktik UAE Team Emirates bertujuan untuk memburu kemenangan etape bagi Tadej Pogacar, keputusan di lapangan menunjukkan hal lain. Strategi tersebut dinilai lebih condong sebagai upaya menutup ruang bagi tim Lidl-Trek yang saat ini dipimpin oleh Juan Ayuso agar tidak mendapatkan keuntungan waktu sedikit pun.