Álex Baena, pemain sepak bola Atlético de Madrid, sedang menjalani Piala Dunia yang sangat istimewa bersama tim nasional Spanyol. Ia menjadi pemain inti yang rutin tampil setelah melewati tahun pertama yang rumit bersama klub barunya karena tidak selalu mendapat kesempatan bermain. Pemain asal Roquetas de Mar ini mengungkapkan percakapannya dengan Diego Pablo Simeone selama musim liga berlangsung. "Kami sempat berbincang. Saya memberi tahu dia bahwa saya mengerti, wajar jika saya tidak bermain saat performa saya sedang tidak bagus," ujar Baena.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Dalam sebuah wawancara dengan EFE, Baena menganalisis musim pertamanya dan membahas tuntutan tinggi di Atlético de Madrid. Menurut Baena, berada di klub dengan tuntutan tinggi dan dikelilingi pemain-pemain terbaik membuat pelatih harus memilih pemain lain yang lebih siap. Situasi ini diakuinya sulit karena setiap pesepak bola pasti ingin bermain bahkan saat performa mereka menurun. Proses adaptasi terasa kian berat karena ia kesulitan menemukan ritme permainan akibat jarang tampil. Namun, ia berusaha menyikapinya dengan bijak, memahami keputusan pelatih, dan berharap musim depan segalanya akan berjalan lebih baik.
Gelandang serang ini juga mengakui bahwa saat ini ia berada dalam kondisi mental dan fisik yang sangat baik. Kepercayaan diri yang sempat hilang dalam beberapa bulan terakhir kini telah kembali. Kompetisi internasional ini membantunya menjernihkan pikiran, kembali menikmati permainan di lapangan, dan merasakan kebahagiaan yang sempat hilang selama masa-masa sulit di klub.
Baena menjelaskan bahwa kehilangan kepercayaan diri tersebut disebabkan oleh akumulasi berbagai faktor negatif. Ia sebelumnya tidak pernah mengalami cedera, namun masalah fisik justru menghampirinya di awal musim. Ketika performanya mulai membaik, ia kembali menderita cedera yang sangat memengaruhi kondisi mentalnya. Masalah fisik yang bertubi-tubi membuatnya kesulitan mencapai kebugaran optimal, sehingga ia sangat memaklumi keputusan Simeone untuk menepikannya dari skuad utama. Pengalaman baru ini ia jadikan sebagai proses adaptasi untuk belajar dan berkembang.
Selama satu tahun berseragam Atlético de Madrid, Baena mengaku mengambil banyak pelajaran berharga dari para pemain senior di sekitarnya. Berdasarkan penuturannya, ia belajar banyak dari Marcos Llorente tentang cara menjaga kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari demi mencapai kebugaran fisik yang maksimal.
Selain Marcos Llorente, kapten tim Koke juga memberikan pengaruh besar bagi perkembangan Baena. Ia belajar arti sesungguhnya dari identitas Atlético de Madrid melalui Koke, yang dinilainya sebagai sosok kapten luar biasa yang selalu mengayomi seluruh anggota tim dan tetap menunjukkan performa di level tertinggi. Baena juga tidak melewatkan kesempatan untuk memuji Antoine Griezmann, yang dianggapnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, dan terus menyerap ilmu dari bintang Prancis tersebut dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan.