Beberapa pemain tim nasional Spanyol menghadiri sesi konferensi pers di zona مختلط pada Kamis waktu setempat menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia melawan Belgia. Salah satu pemain yang berbicara adalah Gavi. Gelandang muda ini kehilangan tempat utama setelah hanya bermain selama lima menit dalam laga melawan Austria akibat performa yang dinilai menurun sejak laga pembuka.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Gavi menegaskan komitmennya untuk menjadi sosok penting dalam skema taktik Luis de la Fuente selama Spanyol terus melaju di turnamen ini. Kendati demikian, ia mengutamakan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi. "Hal yang benar-benar penting adalah memenangkan Piala Dunia," ujar pemain Barcelona tersebut.
Berdasarkan pernyataan yang disampaikannya, Gavi menolak menyerang situasi dan tetap optimis memenangkan kembali kepercayaan dari Luis de la Fuente. Saat ditanya mengenai peluang menjadi pemain penentu, ia menyatakan impian besarnya untuk masa depan tim nasional. "Tentu saja saya berharap menjadi penting di Piala Dunia. Saya bermimpi mencetak gol kemenangan untuk meraih gelar. Saya selalu bermimpi mencetak gol salto di final Piala Dunia. Itu adalah impian dan semoga bisa terwujud. Mengenai lawan, saya ingin menghadapi Argentina karena ada Leo Messi, tetapi selama kami mencapai final, lawan mana pun tidak masalah," kata sang gelandang.
Menurut Gavi, pelatih kepala sangat memahami kemampuan yang dimilikinya. Ia menyadari menit bermainnya berkurang, namun hal tersebut tidak menurunkan motivasinya. "Saya datang untuk memenangkan Piala Dunia. Pelatih mengenal saya lebih baik daripada siapa pun. Kami semua ingin bermain lebih banyak, tetapi yang benar-benar penting adalah memenangkan Piala Dunia. Dia tahu bahwa dia bisa mengandalkan saya untuk apa pun yang dia inginkan," tutur Gavi menegaskan posisi hubungannya dengan Luis de la Fuente.
Gavi juga tidak menampik karakter permainannya yang meledak-ledak di lapangan. Gaya bermain agresif tersebut diakuinya terkadang memicu reaksi dari rekan setim. "Saya sangat intens, semua orang tahu itu. Wajar jika ada rekan setim yang bosan dengan saya. Saya selalu mencoba memikirkan kebaikan tim, baik saat bermain maupun tidak," ucapnya terus terang.
Mengenai laga melawan Belgia, Gavi enggan memedulikan status unggulan yang disematkan kepada tim Spanyol. Ia memilih fokus pada persiapan tim sendiri. Menurutnya, Belgia memiliki barisan pemain hebat seperti halnya Portugal. Jika Spanyol mampu menjalankan tugas dengan baik, hasil positif akan mengikuti. Ketika ditanya mengenai potensi lawan antara Prancis atau Maroko, Gavi memilih Maroko dengan alasan ingin membalas kekalahan Spanyol saat tersingkir di Qatar.
Gavi menutup pernyataannya dengan memuji soliditas ruang ganti Spanyol sebagai kekuatan utama mereka saat ini. Ia menilai kebersamaan tim tetap terjaga terlepas dari siapa yang diturunkan di lapangan. "Penting bagi kami semua untuk memiliki pemikiran yang jelas, baik bermain atau tidak. Kami harus mewakili negara dari rasa persatuan dan masing-masing memberikan kontribusi kecil. Kami sangat bersatu dan salah satu hal terbaik yang kami miliki adalah persatuan, serta mengetahui bahwa mereka yang tidak bermain juga ikut memenangkan pertandingan."