Málaga CF merayakan keberhasilan bersejarah promosi ke LaLiga EA Sports pada musim 2025/2026. Namun, musim ini menjadi mimpi buruk bagi Luismi Sánchez Benítez. Dia tidak dapat kembali bermain sejak pekan pertama melawan SD Eibar. Benturan kepala yang sangat keras dengan rekan setimnya, Javi Montero, menyebabkan patah tulang maksilofasial yang parah. Cedera ini memaksa produk akademi Sevilla FC tersebut mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada hari Jumat di usia 34 tahun. Sepanjang kariernya, ia pernah membela Nástic de Tarragona, Real Valladolid, dan Real Oviedo.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Luismi terpaksa gantung sepatu akibat kecelakaan fatal ini. Ini bukan cedera kepala pertama dalam kariernya. Pada tahun 2012, saat masih bermain untuk Sevilla Atlético, dia mengalami benturan brutal dengan penyerang Real Jaén, Nino. Hasil pemindaian medis menunjukkan fraktur ganda pada tulang temporoparietal tengkorak dan pendarahan internal. Kondisi tersebut memaksanya menjalani operasi darurat.
Berdasarkan rekam medis, pemain asal Puerto Serrano ini harus melewati masa pemulihan yang sangat panjang. Kariernya sempat terancam berakhir lebih cepat. Namun, dia mampu bertahan selama 14 tahun ke depan dengan mengenakan helm pelindung khusus di lapangan. Menurut catatan pertandingan, dia mengoleksi 72 penampilan bersama Sevilla Atlético dan berhasil menembus tim utama Sevilla FC di LaLiga serta Copa del Rey. Prestasi terbesarnya adalah meraih medali juara Liga Europa.
Melalui surat terbuka di media sosial, Luismi menyampaikan pesan perpisahan yang emosional. "Saya tidak pernah membayangkan hari ini akan datang. Selama setahun terakhir, saya berjuang setiap hari dengan harapan bisa kembali ke lapangan. Saya memegang teguh harapan itu hingga saat terakhir, namun sayangnya, kepulangan itu tidak mungkin terjadi. Hari ini saya harus menerima bahwa tahap saya sebagai pesepak bola profesional telah berakhir," tulis Luismi.
Dia mengaku sangat berat berpisah dengan dunia yang telah membesarkannya sejak kecil, terlebih karena alasan cedera. Namun, dia tetap merasa beruntung. "Meskipun akhir ini tidak seperti yang saya impikan, saya akan melewati jalan yang persis sama. Sepak bola telah memberi saya jauh lebih banyak daripada sekadar pertandingan. Olahraga ini mengajarkan saya arti kerja keras, kerendahan hati, pengorbanan, kebersamaan, dan rasa hormat," tambah sang pemain.
Secara khusus, Luismi berterima kasih kepada keluarga, rekan setim, tim medis, serta klub Málaga CF atas dukungan penuh selama masa-masa sulitnya. Menutup surat tersebut, dia menuliskan apresiasi mendalam kepada para penggemar. "Membela lambang ini dan merasakan dukungan kalian adalah sebuah hak istimewa yang nyata. Terima kasih, sepak bola. Terima kasih telah memberi saya kehidupan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," pungkasnya.