Thomas Tuchel Tidak Menyesal Usai Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Thomas Tuchel menegaskan tidak menyesali keputusan taktisnya saat Inggris kalah dari Argentina. Donald Trump ikut mengkritik posisi bermain Harry Kane.
Thomas Tuchel memberikan keterangan pers mengenai taktik Timnas Inggris di Piala Dunia
Tuchel Bela Keputusan Substitusi Pemain
Banyak pihak mengkritik Tuchel karena menarik mundur lini serang Inggris hingga Argentina mampu mencetak dua gol telat. Namun pelatih baru Three Lions tersebut menolak anggapan bahwa pergantian pemainnya keliru.
Tuchel menegaskan, "Jika Anda bertanya apakah saya menyesali keputusan saya, maka saya katakan tidak." Dia merasa timnya bermain terlalu pasif pada akhir laga sehingga lawan bisa mengurung pertahanan Inggris.
Mantan pelatih Bayern Munich ini menyebut faktor kelelahan fisik memengaruhi performa anak asuhnya. Jadwal padat melawan Meksiko dan Norwegia sebelumnya menguras stamina para pemain.
Sentilan Donald Trump Soal Harry Kane
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengomentari kekalahan Inggris saat menghadiri acara FIFA di New York. Trump berseloroh bahwa Inggris melakukan kesalahan dengan mengubah Harry Kane menjadi pemain bertahan.
Trump berkata, "Inggris mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di lini pertahanan." Dia juga memuji kapten Inggris itu sebagai sosok yang luar biasa setelah sempat bermain golf bersama pada awal 2025.
Kekalahan ini membuyarkan mimpi Inggris untuk mengulang sejarah juara tahun 1966. Argentina justru melaju ke babak final untuk menantang Spanyol akhir pekan ini.
Persiapan Perebutan Tempat Ketiga
Inggris akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga di Miami pada hari Sabtu. Tuchel berencana melakukan rotasi pemain untuk menyegarkan kondisi skuad Three Lions.
Laga ini menjadi pembuktian bagi Inggris bahwa mereka mampu bersaing dengan tim terbaik dunia. Sejarah mencatat Inggris selalu kalah dalam perebutan tempat ketiga pada Piala Dunia 1990 dan 2018.
Tuchel juga menolak menanggapi komentar media yang menyebut strateginya sebagai tindakan pengecut. Dia memilih fokus mempersiapkan taktik baru untuk membongkar pertahanan Prancis.