Aturan Adu Penalti di Final Piala Dunia 2026
FIFA menerapkan aturan ketat untuk adu penalti jika laga final Piala Dunia 2026 berakhir imbang hingga babak perpanjangan waktu.
Ilustrasi drama adu penalti di babak gugur turnamen resmi FIFA
Prosedur Awal Adu Penalti
Wasit akan memimpin pengundian koin pertama untuk menentukan gawang yang digunakan. Setelah itu, wasit melakukan pengundian koin kedua guna memilih tim yang menendang lebih dulu.
Setiap tim bergantian melepaskan tembakan dari titik putih sejauh 12 pas. Hanya penendang dan kiper lawan yang berada di area penalti, sementara pemain lain menunggu di lingkaran tengah.
Sistem Lima Penendang Utama
FIFA memberikan jatah awal sebanyak 5 penendang untuk masing-masing tim secara bergantian. Sesi ini bisa berakhir lebih cepat jika satu tim sudah unggul mutlak dan tidak mungkin terkejar.
Sejarah mencatat ada 3 Final Piala Dunia yang harus tuntas lewat babak ini. Brasil menang atas Italia pada 1994, Italia menekuk Prancis pada 2006, dan Argentina mengalahkan Prancis pada 2022.
Format Babak Sudden Death
Kondisi imbang setelah 5 penendang awal akan memaksa pertandingan masuk ke babak "Sudden Death". Pada fase ini, pemenang langsung ditentukan jika satu tim mencetak gol dan penendang musuh gagal.
Semua pemain yang berada di lapangan saat laga usai wajib mengambil tendangan penalti. Jika ada tim yang kekurangan pemain akibat kartu merah, tim lawan harus menyamakan jumlah penendang mereka.