18 July 2026 Internasional

Aturan Adu Penalti di Final Piala Dunia 2026

FIFA menerapkan aturan ketat untuk adu penalti jika laga final Piala Dunia 2026 berakhir imbang hingga babak perpanjangan waktu.

Ilustrasi drama adu penalti di babak gugur turnamen resmi FIFA

Ilustrasi drama adu penalti di babak gugur turnamen resmi FIFA

menjadi drama paling menegangkan dalam sebuah turnamen sepak bola besar. Jika laga 2026 tetap imbang setelah perpanjangan waktu, pemenang trofi akan ditentukan lewat titik putih.

Prosedur Awal Adu Penalti

Wasit akan memimpin pengundian koin pertama untuk menentukan gawang yang digunakan. Setelah itu, wasit melakukan pengundian koin kedua guna memilih tim yang menendang lebih dulu.

Setiap tim bergantian melepaskan tembakan dari titik putih sejauh 12 pas. Hanya penendang dan kiper lawan yang berada di area penalti, sementara pemain lain menunggu di lingkaran tengah.

Sistem Lima Penendang Utama

FIFA memberikan jatah awal sebanyak 5 penendang untuk masing-masing tim secara bergantian. Sesi ini bisa berakhir lebih cepat jika satu tim sudah unggul mutlak dan tidak mungkin terkejar.

Sejarah mencatat ada 3 yang harus tuntas lewat babak ini. Brasil menang atas Italia pada 1994, Italia menekuk Prancis pada 2006, dan Argentina mengalahkan Prancis pada 2022.

Format Babak Sudden Death

Kondisi imbang setelah 5 penendang awal akan memaksa pertandingan masuk ke babak "". Pada fase ini, pemenang langsung ditentukan jika satu tim mencetak gol dan penendang musuh gagal.

Semua pemain yang berada di lapangan saat laga usai wajib mengambil tendangan penalti. Jika ada tim yang kekurangan pemain akibat kartu merah, tim lawan harus menyamakan jumlah penendang mereka.

Hamidah Setiawan
Hamidah Setiawan
Wartawan sepak bola dan transfer yang telah meliput berbagai ajang turnamen sepak bola nasional dan internasional. Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.