Presiden Como Akui Sepakat dengan Inter Milan demi Hindari Chelsea
Presiden Como Mirwan Suwarso mengungkapkan kesepakatan non-agresi dengan Inter Milan demi menghindari perang harga transfer Trevoh Chalobah dari Chelsea.
Presiden Como Mirwan Suwarso saat menyaksikan laga Serie A antara Bologna dan Como di Stadion Renato Dall'Ara
Langkah Unik Hindari Perang Harga
Media Italia La Gazzetta dello Sport sebelumnya mengabarkan Como dan Inter Milan akan bersaing memperebutkan bek asal Inggris tersebut. Chelsea dilaporkan memasang harga tinggi sebesar Rp593 miliar atau 35 juta euro untuk Chalobah. Suwarso kemudian mengambil inisiatif untuk menelepon pihak Inter Milan secara langsung.
Suwarso mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut dalam wawancara di siniar Business of Sport. Ia menawarkan kesepakatan agar salah satu klub mundur dari perburuan sang pemain. Langkah ini ia lakukan demi mencegah kedua klub saling merugikan secara finansial.
Prinsip Kerja Sama yang Saling Menguntungkan
Suwarso menjelaskan isi percakapannya dengan presiden klub rival tersebut secara gamblang. "Jika Anda menginginkannya, silakan maju dan kami akan mundur. Namun, jika Anda membelinya, berikan salah satu pemain Anda kepada kami," ujar Suwarso menceritakan tawarannya.
Pihak Inter menyambut baik proposal tersebut dan sangat mengapresiasi panggilan telepon dari Como. Suwarso menilai hubungan terbuka seperti ini sangat menguntungkan bagi perkembangan klub-klub Italia. Ia bahkan menjadwalkan pertemuan dengan petinggi klub lain untuk menjajaki kerja sama bisnis pakaian olahraga.
Strategi Bisnis Modern Como 1907
Como terus menerapkan strategi bisnis modern dan berbeda sejak diambil alih oleh pemilik asal Indonesia. Klub ini dibeli dengan harga Rp14,4 miliar atau 850.000 euro ditambah pelunasan utang sebesar Rp2,5 miliar atau 150.000 euro. Manajemen kemudian menggelontorkan dana besar untuk membangun infrastruktur latihan baru.
Meskipun mengeluarkan uang dalam jumlah besar, Como menargetkan titik impas keuangan pada akhir musim depan. Langkah ambisius ini juga diiringi dengan kepatuhan klub terhadap aturan finansial dari asosiasi sepak bola Eropa.
Langkah unik Como di bursa transfer membuktikan bahwa sepak bola modern tidak selalu harus diselesaikan dengan persaingan uang yang gila-gilaan. Apakah strategi non-agresi antar klub Serie A ini akan ditiru oleh tim-tim besar Eropa lainnya di masa mendatang? Keputusan tak biasa dari klub milik pengusaha Indonesia ini kini menjadi sorotan hangat para pengamat sepak bola.