Sosok Ismail Elfath, Wasit Favorit Messi yang Dituding Bela Argentina
FIFA menunjuk Ismail Elfath sebagai wasit semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina. Penunjukan ini memicu tuduhan favoritisme terhadap Lionel Messi.
Wasit Ismail Elfath saat memimpin pertandingan sepak bola di lapangan
Rekor Sempurna Messi Bersama Elfath
Pecinta sepak bola menyoroti rekor apik Lionel Messi setiap kali bertanding di bawah kepemimpinan Ismail Elfath. Sang megabintang tercatat selalu memenangkan laga saat pria berusia 44 tahun itu bertugas. Rekor impresif ini mencakup lima kemenangan beruntun tanpa satu pun hasil kalah.
Elfath sebelumnya menjadi Wasit keempat saat Argentina menumbangkan Prancis pada final Piala Dunia 2022 lewat adu penalti. Dia juga memimpin laga Inter Miami saat menjuarai Leagues Cup 2023. Catatan sejarah tersebut membuat publik curiga akan adanya keberpihakan dari sang pengadil lapangan.
Profil Singkat Wasit Kelahiran Maroko
Ismail Elfath lahir di Casablanca, Maroko pada 3 Maret 1982. Dia memutuskan pindah ke Amerika Serikat saat berusia 18 tahun setelah memenangkan lotre visa keberagaman dari pemerintah setempat. Dia kemudian resmi mendapatkan status kewarganegaraan Amerika Serikat.
Karier Elfath di dunia perwasitan Major League Soccer (MLS) sudah dimulai sejak tahun 2012 silam. Dia bahkan sudah berhasil memenangkan gelar Wasit Terbaik MLS sebanyak dua kali. Pengalamannya di level internasional juga teruji sejak terdaftar sebagai Wasit FIFA pada 2016.
Tuduhan Konspirasi dan Isu Lain
Dugaan favoritisme terhadap La Albiceleste makin menguat seiring munculnya isu di luar lapangan hijau. Tim nasional Argentina kabarnya sedang berada dalam radar investigasi Biro Investigasi Federal (FBI). Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pencucian uang dan penipuan di Amerika Serikat.
Aliran dana mencurigakan sebesar Rp4 triliun diduga masuk ke dalam sistem keuangan Amerika Serikat. Selain itu, ada transfer senilai Rp883 miliar yang tidak memiliki tujuan jelas. Statistik internal turnamen juga memperlihatkan bahwa skuad Argentina lebih jarang menerima kartu hukuman dibandingkan tim lainnya.
Hingga saat ini belum ada bukti kuat mengenai kecurangan FIFA untuk memenangkan Argentina. Apakah Ismail Elfath akan memimpin laga semifinal nanti dengan adil dan transparan? Kita tunggu saja bagaimana jalannya pertandingan sengit tersebut di lapangan hijau.