Rencana Bisnis FIFA Gagal, Posisi Gianni Infantino Terancam
Rencana komersial Gianni Infantino di FIFA runtuh setelah ditolak oleh Arsene Wenger dan Mattias Grafstrom di tengah tekanan besar.
Kritik Terbuka dari Arsene Wenger
Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA Arsene Wenger melayangkan kritik tajam terhadap proyek komersial tersebut. Ia mengaku sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam perumusan rencana strategis penjualan aset.
"Saya tidak berpartisipasi dalam rencana strategis ini dan baru mengetahui proyek tersebut melalui media," tegas Wenger.
Ia menilai pembatalan proyek tersebut merupakan langkah mutlak yang benar. Wenger menuntut agar FIFA tetap menjadi institusi independen yang menjunjung tinggi transparansi.
Pengakuan Mengejutkan dari Sekretaris Jenderal
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström juga menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu mengenai rencana kontroversial tersebut. Ia mengirimkan pesan internal kepada para pejabat federasi untuk meredakan situasi.
"Kami semua telah terjebak dalam situasi kacau yang sulit dipahami dan diterima," tulis Grafström dalam email resminya.
Ia memastikan para staf administrasi akan mendapat perlindungan penuh dari gejolak politik. Grafström meminta seluruh pegawai untuk tetap menjaga profesionalisme di tengah ketidakpastian.
Gelombang Pengunduran Diri Pejabat FIFA
Tekanan terhadap Gianni Infantino semakin memuncak menyusul gelombang kritik dari para pejabat senior. Penolakan ini bahkan memicu pengunduran diri sejumlah orang dekatnya, termasuk penasihat keuangan Carlos Cordeiro.
Kepala Operasi FIFA Kevin Lamour turut melontarkan kritik keras dan menyatakan bahwa timnya telah dibohongi selama proses proyek. Situasi ini memperburuk krisis kepemimpinan di dalam tubuh federasi.
Para pengamat kini mempertanyakan arah masa depan organisasi menyusul runtuhnya dukungan terhadap kepemimpinan puncak. Kepercayaan publik terhadap transparansi tata kelola Sepak Bola dunia mulai diuji.