05 August 2026 Internasional

Rencana Bisnis FIFA Gagal, Posisi Gianni Infantino Terancam

Rencana komersial Gianni Infantino di FIFA runtuh setelah ditolak oleh Arsene Wenger dan Mattias Grafstrom di tengah tekanan besar.

Rencana Presiden untuk menjual 20 persen saham dan kompetisi lainnya resmi gagal total. Penolakan masif datang dari berbagai konfederasi serta para petinggi penting di dalam tubuh organisasi dunia tersebut.

Kritik Terbuka dari Arsene Wenger

Kepala Pengembangan FIFA melayangkan kritik tajam terhadap proyek komersial tersebut. Ia mengaku sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam perumusan rencana strategis penjualan aset.

"Saya tidak berpartisipasi dalam rencana strategis ini dan baru mengetahui proyek tersebut melalui media," tegas Wenger.

Ia menilai pembatalan proyek tersebut merupakan langkah mutlak yang benar. Wenger menuntut agar tetap menjadi institusi independen yang menjunjung tinggi transparansi.

Pengakuan Mengejutkan dari Sekretaris Jenderal

Sekretaris Jenderal Mattias Grafström juga menegaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu mengenai rencana kontroversial tersebut. Ia mengirimkan pesan internal kepada para pejabat federasi untuk meredakan situasi.

"Kami semua telah terjebak dalam situasi kacau yang sulit dipahami dan diterima," tulis Grafström dalam email resminya.

Ia memastikan para staf administrasi akan mendapat perlindungan penuh dari gejolak politik. Grafström meminta seluruh pegawai untuk tetap menjaga profesionalisme di tengah ketidakpastian.

Gelombang Pengunduran Diri Pejabat FIFA

Tekanan terhadap semakin memuncak menyusul gelombang kritik dari para pejabat senior. Penolakan ini bahkan memicu pengunduran diri sejumlah orang dekatnya, termasuk penasihat keuangan Carlos Cordeiro.

Kepala Operasi Kevin Lamour turut melontarkan kritik keras dan menyatakan bahwa timnya telah dibohongi selama proses proyek. Situasi ini memperburuk krisis kepemimpinan di dalam tubuh federasi.

Para pengamat kini mempertanyakan arah masa depan organisasi menyusul runtuhnya dukungan terhadap kepemimpinan puncak. Kepercayaan publik terhadap transparansi tata kelola dunia mulai diuji.

Hamidah Setiawan
Hamidah Setiawan
Wartawan sepak bola dan transfer yang telah meliput berbagai ajang turnamen sepak bola nasional dan internasional. Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.