05 August 2026 Internasional

Krisis FIFA Memuncak, Posisi Gianni Infantino Diujung Tanduk

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan masif setelah rencana investasi swasta Piala Dunia memicu gelombang penolakan global dari berbagai konfederasi.

Presiden kini berada dalam posisi terpojok menyusul kegagalan rencana privatisasi hak komersial turnamen . Sejumlah asosiasi nasional beramai-ramai menarik dukungan terhadap pencalonannya.

Tuduhan Pemerasan dan Tekanan Politik

Presiden Federasi Yordania, Pangeran Ali bin al-Hussein, melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan FIFA. Ia menyebut organisasi dunia tersebut melakukan pemerasan terkait dukungan pemilihan ulang.

Yordania mengklaim sengaja menahan bantuan keuangan dan dana hadiah turnamen. Bantuan tersebut hanya akan dicairkan jika federasi memberi dukungan kepada Infantino.

Penolakan Masif dari Konfederasi Global

Konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia () bergabung bersama UEFA untuk menolak rencana privatisasi . Mereka menilai langkah tersebut kurang transparan dan mengabaikan proses konsultasi.

Sekretaris Jenderal , Mattias Grafström, bahkan menyebut proyek gagal tersebut sebagai rangkaian peristiwa yang menyedihkan. Sejumlah anggota internal mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah kepemimpinan saat ini.

Dukungan Internal yang Mulai Runtuh

Inggris, Wales, dan beberapa negara Eropa secara resmi menarik surat dukungan mereka untuk Infantino. Situasi ini memperbesar peluang diadakannya mosi tidak percaya menjelang pemilihan presiden mendatang.

Mantan manajer Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Global , Arsène Wenger, turut menyatakan penolakannya. Ia menegaskan bahwa pembatalan proyek komersial tersebut merupakan keputusan yang sangat tepat.

Hamidah Setiawan
Hamidah Setiawan
Wartawan sepak bola dan transfer yang telah meliput berbagai ajang turnamen sepak bola nasional dan internasional. Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.