Krisis FIFA Memuncak, Posisi Gianni Infantino Diujung Tanduk
Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan masif setelah rencana investasi swasta Piala Dunia memicu gelombang penolakan global dari berbagai konfederasi.
Tuduhan Pemerasan dan Tekanan Politik
Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin al-Hussein, melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan FIFA. Ia menyebut organisasi Sepak Bola dunia tersebut melakukan pemerasan terkait dukungan pemilihan ulang.
Yordania mengklaim FIFA sengaja menahan bantuan keuangan dan dana hadiah turnamen. Bantuan tersebut hanya akan dicairkan jika federasi memberi dukungan kepada Infantino.
Penolakan Masif dari Konfederasi Global
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) bergabung bersama UEFA untuk menolak rencana privatisasi FIFA. Mereka menilai langkah tersebut kurang transparan dan mengabaikan proses konsultasi.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, bahkan menyebut proyek gagal tersebut sebagai rangkaian peristiwa yang menyedihkan. Sejumlah anggota internal mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah kepemimpinan saat ini.
Dukungan Internal yang Mulai Runtuh
Inggris, Wales, dan beberapa negara Eropa secara resmi menarik surat dukungan mereka untuk Infantino. Situasi ini memperbesar peluang diadakannya mosi tidak percaya menjelang pemilihan presiden mendatang.
Mantan manajer Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Global FIFA, Arsène Wenger, turut menyatakan penolakannya. Ia menegaskan bahwa pembatalan proyek komersial tersebut merupakan keputusan yang sangat tepat.