Thomas Tuchel Tanggung Jawab Usai England Gagal ke Final
Thomas Tuchel mengaku bertanggung jawab penuh setelah taktik bertahannya membuat Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga semifinal melawan Argentina.
Taktik Bertahan Tuchel Berujung Petaka
Inggris sebenarnya mampu memimpin laga terlebih dahulu lewat gol apik dari Anthony Gordon. Namun situasi berubah total saat Thomas Tuchel memutuskan untuk menarik keluar sang winger pada menit ke-69. Ia memasukkan bek Ezri Konsa demi mengubah formasi menjadi lima bek sejajar.
Keputusan defensif ini justru memberikan ruang bebas bagi Lionel Messi dan kolega untuk membombardir pertahanan Inggris. Akibatnya Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez mengunci kemenangan Argentina. Inggris kini harus puas terbang ke Miami hanya untuk memperebutkan tempat ketiga.
Tuchel Akui Kesalahan Strategi Lapangan
Thomas Tuchel berdalih bahwa perubahan formasi tersebut bertujuan untuk menutup ruang kosong di lini belakang. Pemain Argentina dinilai terlalu dominan dalam memenangkan duel udara dan melepaskan umpan silang berbahaya. Strategi transisi lambat membuat skuad Inggris menjadi sangat pasif setelah unggul.
Tuchel menegaskan, "Kami mencoba membantu pemain, tetapi tanggung jawab pertama ada pada pelatih." Ia juga menambahkan bahwa sangat mudah bagi publik untuk menilai strateginya salah ketika hasil akhir tidak sesuai harapan. Kritik tajam kini mengarah pada keputusan pemilihan skuad yang ia bawa ke turnamen ini.
Kritik Pemilihan Skuad The Three Lions
Publik menyoroti keputusan berani Tuchel yang mencoret sejumlah bintang besar sebelum turnamen dimulai. Ia tidak membawa Trent Alexander-Arnold, Cole Palmer, Adam Wharton, hingga Morgan Gibbs-White. Sebaliknya keputusan memainkan pemain seperti Noni Madueke justru dinilai tampil mengecewakan sepanjang laga.
Striker Harry Kane juga angkat bicara mengenai kegagalan berulang timnya di fase krusial turnamen besar. Inggris tercatat belum pernah lagi mencicipi laga final Piala Dunia sejak 60 tahun yang lalu. Kegagalan ini menyamai memori kelam era Gareth Southgate pada edisi-edisi kompetisi sebelumnya.
Kegagalan ini memicu keraguan besar atas keputusan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) yang menunjuk pelatih asing demi ambisi juara. Apakah Thomas Tuchel masih menjadi sosok yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang The Three Lions ke depan? Ataukah perombakan total manajemen tim harus segera dilakukan demi menghapus kutukan juara Inggris?